Friday, 12 April 2013

LAMANG BA LULUI'



Mau coba ikutan posting Di Culinary week Jajan Tradisional Indonesia, mudah2an massih diterima :)

Saya jadi teringat dengan Lamang BaLului' *Lamangdililit(daun pisang)
Resep Lamang ini saya dapatkan dari sang mama tercinta yang menjadikan Lamang BaLului' signature dish -nya untuk setiap acara kumpul-kumpul keluarga.

Siapa yang tidak kenal Lamang (Lemang), sajian khas minang yang pasti mudah ditemukan pada saat Bulan Ramadhan tiba. Lamang biasa disajikan dengan tapai ketan hitam atau sarikaya khas minang atau dimakan begitu saja tanpa tambahan lainnya.

Lamang terbuat dari beras ketan yang dimasukan didalam tabung bambu dibakar dengan kayu bakar, wanginya ehmmm semerbak :) Ini adalah bentuk umum lamang yang dikenal banyak orang. Di daerah saya berasal Kamang sekitar 1 km dari Bukittingi, Sumatera Barat, Lamang dikemas dalam bentuk yang berbeda. Bukan dalam bentuk batang berdiameter 6-7 cm tapi dibuat lebih kecil, hanya 2 cm saja...ya bentuknya tidak jauh beda dengan lontong di jawa.
Beras ketan mentah dan santan tidak dibakar tapi diaroni terlebih dahulu kemudian digulung dalam lembaran daun pisang yang sebelumnya diisi dengan kelapa muda parut. Rasanya ehmmmm manis, gurih.

Nah ini dia resepnya....

LAMANG BA LULUI'


 

 
 
Bahan :

1 liter      Beras Ketan Putih
700 ml    Santan dari 1 butir kelapa
4 lbr    Daun pandan
Garam secukupnya
Daun pisang batu untuk bungkus  kl 20 x 15 cm

Isi :
1/2 Butir Kelapa muda kupas kulit parut kasar
250 gr Gula Pasir
Vanili bubuk
Garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Taruh kelapa parut kedalam mangkuk,  tambahkan gula, vanili dan garam
2. Beras ketan cuci dan direndam air kl 30 menit, tiriskan
3. Masak santan, masukkan daun pandan, garam, masak diapi sedang, aduk-aduk terus hingga mendidih dan santan matang *jangan sampai santannya pecah yaa*,  matikan api
4. Aroni/kukus Beras ketan bersama daun pandan sampai matang ( kalau digigit sudah tidak keras didalam, tidak terlalu mekar sih) *duhapayaistilahnya :p
5. Masukan ketan yang sudah matang kedalam baskom, selagi panas disiram sedikit demi sedikit santan sambil diaduk dan dibalik lipat, sampai ketan berisi dan lebih lunak.
6. ambil 1 lembar daun pisang, ambil sekepal ketan dilebarkan dan di beri isi, gulung daun bersamaan dengan ketan dan lilit salah satu ujungmya *pakai trik tersendiri untuk lilitnya, seperti lilit permen, sambil dimasukan kedalam gulungan ketan, lakukan hal yang sama dengan sisi lainnya.
7. Kukus lamang sampai daun berubah layu dan tua kl 20 mnt. dinginkan.

Jadi :  25 bh

Tips :
- Kalau sulit untuk melilitnya, bisa diberi straples dikeduaujung lilitan
- Lamang tahan 3-4 hari lebih baik simpan dikulkas bila berlebih dan dikukus ulang.




^ o ^  selamat mencoba










Tuesday, 9 April 2013

Semangat

Semangat... Yup setelah vacum lebih dari satu tahun akhirnya semangat itu muncul lagi. Semangat untuk mem-posting kata-kata dalam blog ini. Semangat....ya semangat cuma itu yang saya perlukan untuk memulai aktivitas di setiap saat. Ada cerita seru dibalik kata ini.

Si sulung kini sedang berapi-api bangun pagi untuk memulai harinya. Sebelum adzan subuh berkumandang pukul 04:00 dinihari ia sudah bangun keluar kamar dan mencari tahu siapa yang sudah bangun terlebih dahulu. Yang paling pertama dicari adalah saya, maminya, sumber keterlambatannya setiap pagi. Secara saya adalah orang yang terbiasa terlambat semenjak dibangku sekolah hingga beranak tiga ini. Yup i am not a good role mode for this kind of term. Bisa panik dan berubah mengamuk si abang bila menurut jadwal yang tertanam dalam hatinya, pukul lima lebih sepuluh menit ia belum siap mandi, karena masih menurut dia, seharusnya saat itu adalah waktunya dia untuk sarapan. Menakjubkan bukan, Ya ampun anakku sayang, si mbak saja belum siap dengan sarapannya. Melihat gigihnya ia untuk berangkat lebih awal kini saya berusaha untuk bangun dari tempat tidur semalam apapun saya beristirahat, selelah apapun malam yang saya lalui....Ya anakku sayang mami berusaha untuk membuka mata dan berdiri untuk Kalian...

Love u anak-anakku
Reny

Menulis....

Menulis....ya Allah sulitnya menulis. Walau hanya untuk mendapatkan satu saja rangkaian kata-kata. Ya...bukan sekedar rangkaian kata-kata tanpa makna......tapi yang harusnya bisa dimengerti orang yang membaca..

Sebenarnya saya suka menulis cerita, secara saya ini pencinta dunia khayal, tapi itu hanya hingga batasan sekolah dasar. Sesudahnya, menulis adalah hal yang paling saya jauhi, semasa sekolah mungkin mudah dilakukan, tapi " berserobok" juga saat menyelesaikan skripsi....selesai juga sih, walau tambal sulam sana-sini...

Sekarang, saya mencoba lagi untuk belajar menulis layaknya anak sekolah dasar seperti si sulung... Untuk memudahkannya, lewat blog ini saya menuliskan apa saja yang saya alami dalam kegiatan sehari-hari. Semoga bisa mencairkan kebekuan dalam kepala ini, melancarkan kekakuan lidah ini, melancarkan tangan ini yang akhirnya bisa didapat tulisan. Tidak usah muluk-muluk, untuk tahap awal paling tidak bisa dimengerti si pembaca....

Alhamdulillah....berhasil juga saya menulis tiga paragraf..... :)

Reny